Minggu, 06 Oktober 2013

Bahaya menahan kencing

Menahan  kencing bukanlah tindakan yang bijak. Air kencing yang ditahan itu sebenarnya adalah kotoran beracun yang harus dikeluarkan dari tubuh. 
Menurut Profesor neurologi di Universitas Brown di Providence, Pulau Rhode, Amerika Serikat (AS), Peter Snyder, menahan diri dari membuang air kecil akan berdampak buruk pada kesehatan. Namun, hal itu memiliki efek yang berbeda menurut usia.
“Anak-anak yang menahan kencing terlalu lama bisa menyebabkan masalah tetapi  kebiasaan menahan kencing pada orang dewasa akan membawa masalah besar. Tidak pandang lelaki maupun perempuan, ia bisa menyebabkan infeksi pada saluran kencing”
 “Dalam kasus yang lebih buruk, ia akan mengakibatkan masalah ketidak mampuan mengontrol buang air kecil (inkontinensia urine)” kata Peter.
Masalah ini akan menyebabkan penderita tidak mampu menahan kencing dan keluar sendiri terutama ketika batuk, bersin atau mengejan. Penderita inkontinensia urine sulit untuk menahan kencing sehingga dia bisa terkencing di manapun sebelum sempat pergi ke toilet.
Menurut Dr soertomo slamet iman santoso seorang ahli penyakit dalam, pada umunya jika kita menahan buang air adalah membiarkan limbah,kotoran, dan racun yang seharusnya keluar. jika hal ini kita lakukan berkali kali akan berdapak buruk bagi tubuh kita kotoran atau limbah racun yang hadak keluar juga mengandung virus-virus yang berbahaya bagi tubuh kita.Virus tersebut akan menyebabkan pada infeksi pada seluran kemih terjadinya infeksi tersebut dikarenakan naiknya kuman pada saluran kemih bahkan lebih fatal lagi jika kuman tersebut naik sampai pada ginjal kita hal ini akan berakibatkan pada gangguan ginjal atau saluran kemih kita.

Limbah atau kotoran dari air kemih sangat berbahaya dikarenakan banyak mineral atau zat-zat yang kita peroleh dari makanan dan minum yang tidak larut di carna dalam tubah kita, zat ini akan bercampur dan jika tertahan dalam tubuh kita zat ini akan membeku dan menyumbat saluran kemih atu juga masuk ke dalam ginjal kita. jadi penyakit ini kadang kalah kita temukan bersama sama dalam tubuh kita.
 Jadi, menahan kencing sampai satu jam sangat tidak dianjurkan. Sebaliknya, jika kita ingin buang air kecil, segera laksanakan. Jadi, segala macam zat yang tidak berguna akan segera keluar dan tidak diberi kesempatan berkembang di dalam badan. Jika sering menahan kencing, akibat lainnya adalah rasa tidak tuntas. Anda bisa kencing lagi 5 menit kemudian setelah Anda pertama kali kencing. Ciri ciri awal dari penyakit ini adalah sering terjadinya nyeri pada pinggang, penyakit ini lebih sering diderita oleh pekerja dan orang yang sering menghabiskan waktunya untuk duduk. Penyakit ini lebih sering di alami oleh kaum pria dibanding kaum wanita. untuk mencegah terjadinya bahaya dari penyakit ini adalah kita harus sering meminum air putih secukupnya setiap hari.Jika ada telah terkena pinyakit tersub ini adalah langkah yang dilakukan oleh dokter untuk mengobati penyakit tersebut.
1. percutaneus nephrolithotomy (PNL) yakni prosedur dimana dokter akan membuat sayatan kecil pada daerah pinggang penderita lalu dengan menggunakan alat khusus, lokasi batu ditentukan kemudian dihancurkan atau dipindahkan. Pecahan batu diharapkan akan keluar bersama aliran urin.
2. ureterorenoskopi (URS) biasanya dilakukan bila batu sudah turun sampai ke ureter. Prosedur ini biasanya tidak dilakukan sayatan karena suatu alat akan dimasukkan melalui kemaluan (uretra). Dari uretra, alat akan melewati kandung kemih dan terakhir, mencapai ureter.
3. extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) adalah pengobatan non invasif yang menggunakan gelombang kejut berkekuatan tinggi. Gelombang ini dihasilkan oleh suatu alat khusus, di luar tubuh penderita, lalu ditembakkan ke batu ginjal atau ureter. Tujuan dari metode ini adalah untuk memecah batu menjadi partikel-partikel yang cukup kecil sehingga dapat melewati ureter tanpa menimbulkan nyeri yang berarti.

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada adanya batu ginjal, terutama nyeri hilang timbul pada daerah pinggang atau perut bagian bawah, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat. Dokter akan menentukan terapi mana yang sesuai dengan kondisi Anda.

Tanda-tanda buang air kecil yang bermasalah
Diantara tanda-tanda seseorang mendapat masalah inkontinensia adalah sering merasa tidak puas ketika buang air kecil atau aliran air kencing yang lemah. Masalah itu bisa terjadi pada mereka yang mengalami kerusakan ginjal, uretra yang tersumbat ataupun kerusakan saraf akibat diabetes.
Profesor Peter Snyder menjelaskan, membuang air kecil sebanyak lima sampai enam kali sehari merupakan keadaan yang normal. Namun, mereka yang membuang air kecil melebihi delapan kali sehari menunjukkan kondisi yang sebaliknya.
“Kencing kurang dari delapan kali sehari merupakan kondisi yang normal. Urine mereka akan berwarna jernih seperti air pipa, “ujarnya.
Kandung kemih yang berfungsi secara normal ditandai dengan frekuensi buang air kecil dalam waktu tiga sampai empat jam sekali. Mereka yang normal akan membuang air kecil hanya sekali pada waktu malam.
Peter menjelaskan lagi, namun mengurangi minum air untuk menghindari seseorang itu sering ke toilet adalah satu tindakan yang salah. Mereka tidak seharusnya mengurangi konsumsi air karena bahan tersebut penting bagi tubuh untuk menghindari dehidrasi.
“Jangan mengurangi jumlah air yang diminum. Sebaliknya pergilah menemui dokter untuk mengatasi masalah itu. Jika ada infeksi, pasien perlu dirawat terutama mereka yang mengalami kandung kemih terlalu aktif,” katanya lagi.

Penyebab dan cara mengatasinya
Masalah inkontinensia urine tersebut sering terjadi akibat kebiasaan menunda-nunda ke toilet karena kesibukan kerja atau faktor kurang bersihnya toilet. Bisa juga karena kebiasaan menahan  buang air kecil ketika mengemudi sambil menahan air kencing.
Kebiasaan menahan ketika mengemudi ini dapat mengundang bahaya. Perbuatan menahan kencing ditemukan memiliki efek yang sama dengan keracunan alkohol atau tidak tidur selama 24 jam terus menerus. Bila manusia sampai ke titik sakit, mereka tidak mampu berpikir dan membuat keputusan lagi. Ia sama seperti mabuk.
Masalah kesulitan mengontrol buang air kecil ini lebih sering terjadi pada kalangan wanita muda. Seseorang yang mengalami masalah ini akan membuang air bahkan lebih dari 10 kali sehari dan dan terjadi kebocoran jika menahannya.
Diantara metode yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah melatih otot yang berfungsi  dalam mengontrol kencing (senam kegel) , latihan kandung kemih, penggunaan obat dan operasi. 

berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar